Museum Seni Rupa dan Keramik
Museum Seni Rupa dan Keramik
- iklan -
XRC TIre

Museum Seni Rupa dan Keramik

Jalan Pos Kota No.2 Jakarta Barat • DKI Jakarta,Indonesia 11110 • (021) 5606613, 6907062, 6929560

Awal diresmikan gedung ini berfungsi sebagai Raad van Justitie Binnen Het Casteel Batavia atau kantor pengadilan Belanda pada tanggal 12 januari 1870 oleh Gubernur Jendaral Jan Piter Miyer; arsitek gedung bangunan adalah Hoofd Ingenier atau Insinyur Kepala Jhe W.H.F.H Van Raders. Kemudian pada masa revolusi fisik, gedung pengadilan ini di manfaatkan para tentara KNIL sebagai asrama NMM (Nederlandsche Mission Militer), sampai masa pendudukan Jepang juga digunakan sebagai asrama militer. pada masa kedaulatan Republik Indonesia gedung ini diserahkan kepada TNI dan dimanfaatkan sebagai gudang logistik.

Selanjutnya pada tahun 1970 sampai dengan tahun 1973 digunakan sebagai kantor Walikota Jakarta Barat dan pada tahun 1974, direnovasi digunakan sebagai Kantor Dinas Museum dan sejarah DKI jakarta. Berdasarkan gagasan Wakil Presiden Adam Malik, maka pada tanggal 20 Agustus 1976, Presiden Suharto mermikan gedung ini sebagai Balai Seni Rupa; akhirnya pada tanggal 10 Juni 1977, pada bagian sayap gedung ini diresmikan Gubernur DKI Jakarta, Ali Sadikin digunakan sebagai Museum Keramik. kemudian pada awal tahun 1990 Balai Seni Rupa digabung dengan Museum Keramik menjadi Museum Seni Rupa dan Keramik.

- Iklan -
Ayam Goreng Ternate

Visi: 

Menjadikan Museum Seni Rupa dan Keramik sebagai pusat pelestarian seni rupa Indonesia dan sebagai tujuan kunjungan wisata seni dan budaya yang bertaraf internasional.

MISI:

  1. Meningkatkan sumber daya manusia
  2. Meningkatkan pelayanan Kunjungan
  3. Melakukan penatan ulang koleksi secara berkala
  4. Meningkatkan kerjasama dengan mitra museum Sejarah Museum Seni Rupa dan Keramik Museum Seni Rupa dan Keramik menempati sebuah bangunan tua yang didirikan pada 1870.

Awalnya gedung ini dibangun untuk Ordinaris Raad van Justitie Binnen Het Casteel Batavia (Dewan Kehakiman pada Benteng Batavia). Tahun 1944 digunakan oleh tentara KNIL, dan selanjutnya oleh TNI. Pada 1973-1976 dimanfaatkan sebagai Kantor Wali Kota Jakarta Barat, dan pernah juga dimanfaatkan oleh Pemda DKI Jakarta sebagai kantor Dinas Museum dan Sejarah. Tahun 1976 bangunan tua ini diresmikan sebagai Balai Seni Rupa Jakarta dan pada 1990 menjadi Museum Seni Rupa dan Keramik.

Gedung yang dibangun pada 12 Januari 1870 itu awalnya digunakan oleh Pemerintah Hindia-Belanda untuk Kantor Dewan Kehakiman pada Benteng Batavia (Ordinaris Raad van Justitie Binnen Het Kasteel Batavia). Saat pendudukan Jepang dan perjuangan kemerdekaan sekitar tahun 1944, tempat itu dimanfaatkan oleh tentara KNIL dan selanjutnya untuk asrama militer TNI. Pada 10 Januari 1972, gedung dengan delapan tiang besar di bagian depan itu dijadikan bangunan bersejarah serta cagar budaya yang dilindungi.

Lalu pada tahun 1973-1976, gedung tersebut digunakan untuk Kantor Walikota Jakarta Barat dan baru setelah itu diresmikan oleh Presiden (saat itu) Soeharto sebagai Balai Seni Rupa Jakarta. Pada 1990 bangunan itu akhirnya digunakan sebagai Museum Seni Rupa dan Keramik yang dirawat oleh Dinas Kebudayaan dan Permuseuman DKI Jakarta.

Sumber : http//museumseni.jakarta.go.id/sejarah-museum-keramik

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar Anda
Silahkan isi nama Anda disini

Comment moderation is enabled. Your comment may take some time to appear.