pembukaan museum bahari
- iklan -
XRC TIre

Museum Kebaharian Resmi Dibuka Kembali

Pasca terbakarnya Museum Kebaharian pada selasa, 16 Januari 2018, ex gedung rempah ini masih terlihat lengang, hanya kesibukan pasukan oranye (PPSU) Kelurahan Penjaringan yg setiap hari mengangkut puing dan sampah pasca kebakaran, terlihat juga Sekuriti Museum, Sekuriti UPK Kota Tua dan Polisi Pamong Praja yang selalu berjaga 24 jam selama sepekan ini.

Walau Museum tutup, selalu saja ada yang datang berkunjung, walau hanya di luar area, mereka ingin meyaksikan perubahan gedung yang dibangun pada masa Gubernur Jenderal Chistoffel van Swoll pada 1652.

- Iklan -
Ayam Goreng Ternate

Seminggu pasca gedung terbakar, hari ini Selasa, 23 Januari 2018 jam 09.00 WIB. Museum Kebaharian resmi di buka kembali oleh PLT Deputi Gubernur DKI Jakarta bidang Budaya dan Pariwisata Prof. Agus Suradika disaksikan oleh Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan DKI Jakarta Tinia Budianti, Kepala Museum Kebaharian Husnison Nizar, Kepala UPK Kota Tua Norviadi S. Husodo dan sejumlah pejabat dan tamu undangan lainnya turut serta menghadiri prosesi ini.

Dalam sambutannya Prof. Agus Suradika menceritakan kenangannya pada gedung bersejarah ini, dalam ingatannya beliau mengatakan pentingnya history tempat ini, ditempat inilah cikal bakal adanya Batavia, Jayakarta hingga menjadi Jakarta, ketika Fatahillah menyerang Kota Batavia. “Historis” ini begitu pentingnya bagi generasi muda dikemudian hari, karena bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai sejarahnya, sejarah merupakan refleksi masa depan.” tegas Prof. Agus Suradika.

Prof. Agus Suradika juga mengucapkan terima kasihnya kepada Kapala Museum Kebaharian atas cepat dan tanggapnya dalam melakukan tindakan baik pada saat musibah terjadi hingga pasca kebakaran. Tidak lupa Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Tinia Budiarti mengucapkan trimasihnya juga kepada semua pihak yang telah membantu. Sambutan Prof. Agus Suradika dan Ibu Tinia Budiarti menandakan gedung bersejarah ini secara resmi di buka kembali untuk masyarakat umum.

Sebelum terbakar, gedung bersejarah ini diketahui memiliki sekitar 1700 koleksi, pasca musibah terbakarnya gedung ini koleksi Musium berkurang, data sementara koleksi Musium yang hangus terbakar sekitar 120 koleksi. Sementara dalam tahap awal pembukaan pasca kebakaran, Museum hanya bisa menyiapkan 200 koleksinya untuk bisa dinikmati oleh masyarakat umum maupun para pelajar.

Usai membuka Museum Kebaharian Prof. Agus Suradika didampingi Ibu Tinia Budianti bersama tamu undangan dan masyarakat berkeliling menyaksikan benda seni lainnya yang dipamerkan. Disela pengamatan Ibu Tinia Budianti, mengatakan akan melakukan pendataan ulang dan pemotretan untuk kembali merestorasi ulang gedung agar tampak seperti semula.

Hasil wawancara team Sahabat Kota Tua terkait keamanan dan keselamatan gedung pasca terbakar, Ibu Tinia Budianti menyatakan agar peristiwa ini menjadi pembelajaran bersama bahwa pentingnya keselamatan dan keamanan gedung. “Untuk kedepannya pihak Museum akan bekerjasama dengan berbagi pihak utamanya badan arkeologi guna menghadapi penanggulangan bencana yang datangnya tak disangka,” tandasnya.

Sampai hari ini police line belum dicabut, sambil menanti hasil dari identifikasi Kepolisian. Menurut informasi, minggu ini pihak Museum akan menerima laporan dari Kepolisian setelah sepekan melakukan investigasi terkait terbakarnya gedung.

Penulis : Ilyas Sang Alang
Editor : Daeng Mansur Amin

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar Anda
Silahkan isi nama Anda disini

Comment moderation is enabled. Your comment may take some time to appear.