Kebakaran Museum Bahari
Kebakaran Museum Bahari
- iklan -
XRC TIre

Duka bagi Pecinta Heritage

Pagi jam 08.45 WIB, Selasa 16 Januari 2018. Indonesia kehilangan Bangunan original/asli ex gedung rempah2 peninggalan abad ke 16, tak sedikit koleksi benda bersejarah yang tersimpan didalam Bangunan Cagar Budaya Museum Kebaharian rusak atau hangus menjadi arang karena musibah kebakaran yang terjadi.

Entah apa penyebab utama sehingga gedung warisan kolonial ini terbakar, yang pasti, Kepala Musium Kebaharian Husnison Nizar mengatakan saat di temui Sahabat Kota Tua, belum dapat memastikan sumber api berasal dari mana, namun yang pasti api berasal dari dalam bangunan gedung C berisi miniatur perahu dan berbagai macam alat navigasi laut sementara di gedung A sisi Utara bagian atas berisi diorama yang menceritakan sejarah tentang pelaut. Kemudian di lantai bawah berisi koleksi yang menjelaskan angkatan laut Indonesia.

Tak lama api berkobar, Kepulan asap hitam memenuhi area gedung, sang gedung tua warisan VOC yang dibangun pada masa Gubernur Jenderal Chistoffel van Swoll pada 1652 dikepung si jago merah. Saat itu seluruh mata tertuju pada gedung bersejarah ini, musibah ini dengan cepat tersebar luas tak sedikit para pemerhati sejarah langsung datang ke lokasi kejadian memastikan kronologis terbakarnya Musium bersejarah.

Suara riuh sirene pemadam kebakaran tak kalah dengan hingar bingar karyawan museum dipimpin oleh Husnison Nizar berjibaku menyelamatkan barang-koleksi agar tidak terbakar, aparat Kepolisian dan Satpol PP sigap, taklama kemudian datang membantu mengamankan lokasi.

- Iklan -
Ayam Goreng Ternate

Kepala Dinas Pariwisata DKI ibu Tinia Budianti, Walikota Jakarta Utara Bapak Husein Murad, Camat Penjaringan Muhamad Andri serta Lurah Penjaringan Bapak Devika Romadi tidak lama kemudian sudah sampai di lokasi, memimpin aparatur terkait untuk bahu membahu memadamkan api, gubernur Jakarta Bapak Anies Baswedan terjun ke lokasi mengarahkan lapisan bawahannya mengantisipasi terjadinya korban dan meluasnya api.

Sesaat pemandangan separuh Gedung A dan C telah porak poranda hangus termakan api, perlawanan sengit perjuangan petugas pemadam kebakaran berjibaku melawan si jago merah tiada sirna, lebih dari tiga jam akhirnya api dapat dijinakkan.

Akibat dari musibah ini, cukup banyak dari koleksi musium yang rusak ataupun menjadi arang. Seperti yang dituturkan kepala Musium bahwa gedung A dan gedung C barang koleksinya tertimpa reruntuhan, tak sedikit koleksi Musium yang terbakar seperti miniatur perahu dan berbagai macam alat navigasi laut, bahkan diorama yang menceritakan sejarah tentang pelaut turut sirna menjadi arang.

Atas kejadian ini belum dapat dipastikan kerugian yang dialami. Sejak musibah terjadi hingga hari ini (17 Januari 2018) Satpol PP siang malam menjaga keamanan gedung agar terhindar dari hal yang tak diinginkan. sambil menanti team Labfor Polri, Polda dan Polsek setempat guna menyelidiki peristiwa ini.

Gedung bersejarah inipun untuk sementara tertutup untuk umum demi memudahkan pihak-pihak terkait dalam menjalankan pekerjaannya, dan rencana Selasa 23 Januari 2018 akan dibuka kembali

oleh Syamsudin Ilyas

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar Anda
Silahkan isi nama Anda disini

Comment moderation is enabled. Your comment may take some time to appear.